Minggu, 14 Januari 2018

Q & A SEPUTAR HI (Colleagues and Expert)

Januari 14, 2018 0 Comments



Assalamualaikum ...




Special for this very first post in 2018 I get some feedback from IR colleagues and the expert of IR. Jadi kali ini ada opini orang lain tentang HI and I put it into Q&A mode to make it easy guys πŸ‘ŒHarapannya dari post ini adalah bisa membantu kalian yang pengen tahu sudut pandang tentang HI ngga cuma dari aku aja yaaa tapi juga dari pandangan orang lain, juga termasuk ahlinya.

1

Okay, narasumber pertama ada mahasiswa master di Korea namanya Balzhan Yersakhanova. Loooh ko namanya ngga ada Lee, Park ato Kim nya ? Well jadi Balzhan ini asalnya dari Kazakhstan guys cuma sekarang lagi ambil master di Korea Selatan. Begituuu 😎 Ohya sekedar info juga kalo doi ngga ambil HI waktu S1. Jadi HI bisa banget dipelajarin siapapun meskipun awalnya beda major.


Q : What do you think about IR ?

A :  IR for me is a "tool" which helps to have a peace and mutual understanding among the countries.


Q : What's your favourite subject and why ?

A : My favourite subject from my university time was Korean Politics, it was actually interesting to learn about Korea's development.


Q : What is international issue that gets your attention ?

A : Hard to answer, will leave no comments on this question.


*Ohya dalam berpendapat anak HI juga diajarin banget untuk sangat menghargai pendapat orang lain walopun berbeda dari apa yang kita pikirin loh..


2

Well then, selanjutnya ada dosen Hubungan Internasional yang menempuh studi terakhirnya di Mississippi State University, Drs Sugiyanto Eddie Kusuma, MA, Ph.D

Beliau adalah salah satu dosen yang sangat humble dan luar biasa ilmunya dalam bidang keilmuan HI


Q : What was your reason to teach IR ?

A : IR has been my calling, training, and profession. So that teaching IR goes naturally for me.


Q : What do you think about IR major ?

A : IR major has become challenging and demanding nowadays. This is due to the complexity of it subject. Now it is a mix of high politics and low politics. One must grasp both aspects. High politics deals with defence, security and military studies, as well foreign policy studies, among others. Low politics deals with international political economy. Even the majority of international relations among nations consists of economic relations, such as, trade, investment, and action, to name of a few.

πŸ’¬ Seru kan belajar HI mah banyak banget bahasan studinyaa. Padahal ini baru a few of aja .. ❤


Q : Whats the best part to teach IR and why ?

A : I come to develop and settle teaching IR mostly in low politics matters. I combine and utilize my training in quantitative analysis, econometrics, and statistical modelling in analysing international political economy areas.


Q : What do you expect from IR student in the future ?

A : My expectations for IR students are that students of IR must be well versed in both historiography or qualitative analysis and quantitative analysis. Since there are cases that can only fit in quantitative analysis. So are cases that fit in qualitative analysis.

πŸ’¬ Semangat HI mates yang lagi belajar HI juga kalian yang pengen belajar tentang HI yaa. Best luck πŸ’


Q : Do yo have any tips for anyone who wants IR as their major or for IR students ?

A : IR major is fun. Prospecting students must be observant in international affairs around them. Command English is not necessarily a must. But students can master English over time, specially reading ability and comprehension literature in English. This is due the majority reading materials in IR are in English.

πŸ’¬ Bisa banget sambil belajar HI juga improve bahasa Inggris dengan sendirinya, setuju pisan Prof :))


Q : What is international issue that attract your attention most ?

A : International issues that draw my attention are mostly international political economy.

πŸ’¬ a.k.a Ekonomi Politik Internasional (EPI oh EPI .... though I'm not so good at economy πŸ˜™)


Q : Where is your favourite place or university to teach IR ?

A : The place or university that draws me to teach IR has been Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, University of Jember. In addition, I got some stint as visiting professor for two year teaching at College of law, Government, and International Studies (COLGIS), Universiti Utara Malaysia.


Special thanks to Bapak Sugi karena berkenan memberikan pendapatnya (((atas pertanyaan yang ngga seberapa ini :")) Alhamdulilah beliau selalu merespon positive mahasiswanya walopun uda lama pula tak berjumpa..


3

Next yang bakal kasih pandangannya tentang HI nih ada kak @fudzchaputri, alumni pascasarjana Universitas Indonesia.


Q : Kenapa kaka ko pilih HI (Jujur kacang ijo yaaa ka) sambil nodong πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•

A : Percaya ato ngga, nama HI itu sudah aku kenal sejak kelas 3 SMP. Tapi baru bener-bener yakin untuk masuk HI kelas X SMA. Sampai akhirnya ngga bisa berpaling sama nama itu (HI). Masuk penjurusan pun IPS yg dipilih. Bahkan saat pendaftaran masuk kuliah pilihan nya hanya HI. Kenapa? yg terlintas di kepala adalah pengen kerja di luar negeri, jadi diplomat, mewakili negara, lihat negara lain & belajar kebudayaan dan orang" di luar negara kita. Sampai akhirnya dengan segala drama nya  diterima di HI th 2010 lewat jalur PMDK kalau sekarang mungkin SNMPTN jalur undangan. Kenapa? Karena gadis Bangkalan yang satu ini ga PeDe sama tes tulis.

Matematikanya uuuh jauh..✋ (bisaa wae kaka mah)

πŸ’¬ Tuh kaaaan diplomat selalu jadi alasan utama anak HI, you see the underline words

πŸ’¬ Kalo aku mah SMP tiap sekolah mikirinnya biar ngga keabisan donat di koperasi sekolah cobaaa, soalnya cepet banget abisnya πŸ˜ͺ si kaka uda mikirin kuliah aja..


Q : S2 kaka ambil Jepang kenapa? setelah belajar HI, kenapa pilih studi kawasan Asia Timur?

A : Kalau yg satu ini mungkin lebih tepat karena "restu mama". Waktu itu tes masuk UI yang pertama gagal lolos untuk jadi mahasiswa HI. Tapi kemudian masih di tahun yg sama 2014 saat UI buka pendafataran lagi ternyata HI nya lagi ngga buka. Alhasil meliriklah pada program pascasarjana yang menawarkan studi-studi kawasan baik Amerika, Timur Tengah, Jepang, Eropa sampai kajian terorisme ada di dalamnya. Awalnya mau melirik ke Eropa karena pengen melanjutkan bahasan skripsi. Tapi waktu hari terakhir submit berkas mama bilang "kenapa ngga Jepang aja". Pergulatan batin dong dimulai. Browsing lah, tanya sana sini sama yg lebih senior. Akhirnya tahu bahwa Jepang adalah negara yang sangat 'seksi' untuk dibedah oleh para penstudi. Tanpa pikir panjang waktu submit berkas dipilihlah kajian wilayah Jepang di bawah naungan program pascasarjana multidisiplin. 🀣🀣🀣 dan ternyata jodoh menjelang pergantian tahun, diterima di program tsb 🀣

πŸ’¬Beneran deh ini mah termasuk salah satu bukti dari tips yang ku bilang di post sebelumnya, kekuatan doa and stay positive guys πŸ˜‡ Semoga ini bisa jadi inspirasi kalian yang lagi berusaha yaa..


Q : Menurut kaka bedanya anak HI sama mahasiswa jurusan yg lain apaan?

A : Anak HI punya cara pandang/kacamata pandang/perspective yang luas sehingga ketika dihadapkan pada 1 objek mereka bisa melihatnya dari berbagai sisi.

Q : Kira" isu internasional apa yang lagi menarik perhatian banget buat kaka?

A : Secara pribadi, isu yg lagi menarik saat ini adalah isu-isu yg berkaitan dengan keamanan maritim dan imigran. Eaa gara-gara tesis & skripsi nie lagi-lagi.


Q : Ohya mata kuliah ter favourite kaka apa?

A : di mana ni ?? Kalau waktu di HI "Etnopolitik & Regionalisme"

Kalau waktu di KWJ "Kajian Budaya Diplomasi Jepang & Kajian Masyarakat Jepang"


Q : Kalo mata kuliah yg kaka pikir susah ato complicated deh, ada ngga?

A: Selama di KWJ ada 1 mata kuliah yg sempet bikin down yaitu Kajian Bahasa dalam kebudayaan Jepang. Kebayang dong anak HI belajar itu. Hiiii πŸ’¬ (Must be hard to chew yaa kaa πŸ‘€)


Thank You yaaa Ka Putri, kaka satu ini adalah salah satu anak HI yang berdedikasi loh guys, doi juga pernah jadi kandidat cewe buat jadi KaHim. That's super cool riiteeee, karena walopun anak HI juga uda belajar tentang kesetaraan gender banget tapi tetep aja kadang stereotype yang namanya gender masih suka dibawa*.

4

Okay then, selanjutnya ada salah satu sahabat aku namanya @phoruru yang suka banget ama yang namanya K-POP, jago dong bahasa Korea dan uda siap berangkat ke Korea buat ketemu sama ahjussi  (paman) yang ganteng di sana πŸ˜™


Q : Kenapa si Pho dulu pilih HI ?

A : Karena aku gagal waktu daftar farmasi, juga gagal lagi waktu daftar jurusan yang teknik gitu. Aku dulunya anak IPA juga, dan akhirnya setelah gagal aku mikir mungkin aku ngga cocok ama jurusan IPA. Uda gitu ada temenku yang kuliah di HI dan keren gitu, jadi daftar deh tes tulis buat pilih HI. Trus dulu aku mikirnya HI itu bisa jalan jalan ke luar negeri dan aku juga pengen jadi diplomat.

πŸ’¬ taaadaaa, ini juga salah satu alasannya masuk HI pengen jadi diplomat....


Q : Apa yang Pho pikirin setelah kuliah di HI ?

A : Kece gitu, aku juga uda dari dulu sama eyang suka banget bacain berita internasional. Makanya aku tertarik sama HI karena emang suka sama yang ada bahasan internasionalnya.


Q :  Emang apa yang menarik menurut Pho tentang HI ?

A : Aku suka bahasan tentang politiknya juga tentang studi kawasan, politik pemerintahan negara-negara di dunia, juga tentang berbagai perspective yang dipelajarin anak HI. Bisa banget ngebuka pemikiran kita dalam melihat segala hal yang terjadi di dunia. Belajar tentang perspective para realis yang bisa dibilang jadi dominan banget misalnya.


Q : Pho ada tips ngga buat mereka yang lagi belajar tentang HI ato yang pengen ambil major HI ?


A : Harus rajin baca, karena baca itu sangat sangat penting kalo belajar tentang HI. Update juga tentang berita" nasional ato internasional. 


Thats all for this Q&A seputar HI, see yaaa till the next post  :") Terima kasih banyak juga buat semua narasumber, that's very kind of you πŸ™†


Thank You for stopping by and for reading this little sketch of me. Hope you find something helpful. :DD   
πŸ’Œ Rifka Malik



• feature image by unsplash